BPS Kabupaten Buru menggelar pelatihan bagi 125 petugas lapangan sebagai persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Buru.
Namlea, Inti Fakta Nusantara — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buru menggelar pelatihan bagi 125 petugas Sensus Ekonomi 2026 di Grand Sarah Hotel, Namlea, Kamis (11/06/2026). Pelatihan tersebut dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan pendataan ekonomi nasional yang dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis nasional Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan menghasilkan data dasar seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan daerah maupun nasional.
Launching Tambang Rakyat Gunung Botak Jadi Momentum Penataan Sektor Pertambangan Buru |
GAMKI Buru Apresiasi Langkah Penataan Gunung Botak
Data Sensus Menjadi Dasar Perencanaan Pembangunan
Bupati Buru yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Asis Tomia, menegaskan pentingnya sensus ekonomi sebagai instrumen pendukung pembangunan daerah dan nasional.
Menurutnya, data yang dihasilkan melalui sensus akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan, evaluasi kebijakan pemerintah, hingga pengambilan berbagai keputusan strategis di masa mendatang.
“Bagi Kabupaten Buru, data yang dihasilkan akan mendukung terwujudnya visi Bupolo Berseri (Berbudaya, Sejahtera, dan Religius). Karena itu, pemerintah daerah akan mendukung penuh pelaksanaan sensus ini dengan menggerakkan seluruh sumber daya yang ada,” ujar Asis Tomia.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Buru bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD, camat, kepala desa, hingga perangkat RT dan RW siap mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
125 Petugas Jadi Ujung Tombak Pendataan
Kepala BPS Kabupaten Buru, George Louwpatti, mengatakan bahwa para peserta pelatihan akan menjadi ujung tombak pelaksanaan sensus di lapangan.
Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada profesionalisme petugas dalam menjalankan tugas pendataan secara menyeluruh dan akurat.
“Dalam waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan, petugas diharapkan mampu menyelesaikan pendataan secara menyeluruh sehingga tidak ada data yang terlewat,” kata George.
Panitia MPPD XVIII AMGPM Buru Utara Resmi Dilantik |
Pemerintah Dorong Tata Kelola Tambang Rakyat yang Lebih Baik
George menjelaskan bahwa BPS Kabupaten Buru sebelumnya telah melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pemerintah daerah, para camat, serta kepala desa di 82 desa guna mendukung kelancaran pelaksanaan sensus.
“Kami telah melakukan audiensi dengan pemerintah daerah hingga pemerintah desa agar masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang diperlukan secara terbuka dan akurat,” ujarnya.
Petugas Dibekali Simulasi Lapangan
Berdasarkan pantauan di lokasi, seluruh peserta mengikuti pelatihan yang mencakup pemahaman metodologi pendataan, penggunaan instrumen sensus, hingga simulasi pelaksanaan di lapangan.
Pelatihan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Buru, Ketua DPRD Kabupaten Buru, perwakilan Pengadilan Negeri Namlea, Kejaksaan Negeri Buru, Polres Buru, Kodim 1506/Namlea, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, pimpinan OPD terkait, instruktur daerah BPS, serta panitia penyelenggara Sensus Ekonomi 2026.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap tersedianya data ekonomi yang akurat, lengkap, dan mutakhir guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, baik di Kabupaten Buru maupun secara nasional.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Redaksi IFN
Editor: Han
