Sampang, Jawa timur, Inti Fakta Nusantara — Pengembangan Lapangan Gas Paus Biru di wilayah kerja Sampang PSC mulai bergerak melalui sejumlah pengadaan barang dan jasa pada 2026. Kondisi tersebut membuka gambaran awal mengenai skala proyek sekaligus peluang yang perlu dipetakan Pemerintah Kabupaten Sampang bagi tenaga kerja dan pelaku usaha lokal.

Berdasarkan Procurement List 2026 SKK Migas melalui surat Nomor SRT-0023/SKKIH1000/2026/S7 tertanggal 4 Februari 2026, PT Medco Energi Sampang Pty. Ltd. mencantumkan sejumlah paket pengadaan, termasuk pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pengembangan Paus Biru.

EPCI Paus Biru Diperkirakan Bernilai USD 45 Juta

Salah satu paket terbesar dalam daftar tersebut adalah Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) for Paus Biru Project dengan Nomor Daftar Pengadaan A290-25-B-000014.

Dalam dokumen tersebut, paket EPCI memiliki perkiraan nilai USD 45 juta dengan batas minimum Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 55 persen. Nilai tersebut merupakan perkiraan nilai paket tender dan bukan nilai kontrak final.

Selain EPCI, terdapat Construction Support Services for Paus Biru Project dengan perkiraan nilai Rp15 miliar dan Engineering Services for Paus Biru Project sekitar Rp10 miliar. Kedua paket tersebut mencantumkan batas minimum TKDN 55 persen.

Dokumen yang sama juga mencantumkan sejumlah pengadaan lain Medco Energi Sampang dengan nilai puluhan miliar rupiah, di antaranya Technical Support Services for PDOF sekitar Rp70 miliar dan Well Operations Technical Support Services for Drilling Offshore sekitar Rp65 miliar, masing-masing dengan TKDN minimum 80 persen.

Paket lainnya meliputi Main Tubular sekitar Rp30 miliar, Surface Wellhead, Christmas Tree and Associated Services Rp20 miliar, East Java Land Transportation Services Rp18 miliar, serta Electrical and Instrument Engineering Services sekitar Rp17 miliar.

Ada pula Tubular Running Services dengan perkiraan nilai USD1 juta dan Wire Wrap Screen sekitar USD1,5 juta.

Peluang Tenaga Kerja dan Usaha Lokal Perlu Dipetakan

Pengembangan Paus Biru mencakup pembangunan fasilitas untuk membawa gas dari lapangan tersebut menuju infrastruktur produksi yang telah tersedia.

Dokumen mitra Sampang PSC, Cue Energy Resources, menjelaskan konsep pengembangan Paus Biru mencakup satu sumur produksi, wellhead platform serta jaringan pipa bawah laut sekitar 27 kilometer yang akan dihubungkan dengan infrastruktur Oyong.

Target produksi awal disebut berada pada kisaran 20–25 juta kaki kubik gas per hari dengan sasaran first gas pada 2027, bergantung pada persetujuan dan pelaksanaan proyek.

Rangkaian pekerjaan tersebut menunjukkan kebutuhan proyek tidak hanya menyangkut peralatan migas, tetapi juga konstruksi, engineering, transportasi dan berbagai jasa pendukung.

Data tersebut menjadi relevan bagi Pemkab Sampang untuk mengetahui lebih awal jenis kebutuhan tenaga kerja dan bidang usaha yang memungkinkan diakses masyarakat maupun pelaku usaha daerah sesuai kualifikasi yang dipersyaratkan.

Aktivis Dorong Masyarakat Dipersiapkan

Sejumlah aktivis di Kabupaten Sampang yang tergabung dalam Forsa Hebat menilai informasi mengenai peluang tersebut perlu diketahui sejak proyek mulai berjalan.

“Kalau memang terdapat bidang pekerjaan yang memungkinkan melibatkan tenaga kerja maupun pengusaha lokal dan mereka memenuhi persyaratan, tentu kami berharap masyarakat Sampang mendapatkan kesempatan,” kata Mas Nur Hasan.

Menurutnya, Pemkab Sampang juga dapat berkoordinasi dengan perusahaan dan pihak terkait untuk mengetahui jenis keahlian yang dibutuhkan.

“Kalau kebutuhan tenaga kerjanya diketahui sejak sekarang, masyarakat bisa dipersiapkan, begitu juga pelaku usaha, mereka bisa mengetahui standar dan persyaratan apa yang harus dipenuhi untuk masuk dalam kegiatan migas,” ujarnya.

Batas minimum TKDN yang tercantum dalam sejumlah paket pengadaan tidak berarti persentase tersebut merupakan jatah perusahaan maupun tenaga kerja asal Kabupaten Sampang.

TKDN merupakan ukuran penggunaan komponen dalam negeri sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, jumlah perusahaan maupun tenaga kerja asal Sampang yang terlibat dalam proyek Paus Biru perlu diketahui berdasarkan data pelaksanaan proyek, bukan disimpulkan dari persentase TKDN.

Medco Energi Sampang Belum Memberikan Jawaban

Inti Fakta Nusantara mencoba menghubungi Humas Medco Energi Sampang, P. Gani, untuk meminta konfirmasi mengenai perkembangan proyek Paus Biru, status pengadaan EPCI serta mekanisme keterlibatan perusahaan dan tenaga kerja lokal.

Hingga berita ini disusun, penjelasan dari pihak Medco Energi Sampang masih belum diterima.

Keterangan tersebut diperlukan untuk melengkapi informasi mengenai tahapan proyek yang telah berjalan, kontraktor pelaksana, kebutuhan tenaga kerja serta peluang bagi vendor lokal yang memenuhi kualifikasi.

Bagi Pemkab Sampang dan masyarakat, keberadaan data pengadaan Paus Biru memberikan gambaran awal mengenai skala kegiatan yang akan berlangsung. Informasi berikutnya yang perlu diketahui adalah peluang apa yang tersedia dan kompetensi apa yang harus disiapkan agar masyarakat serta pelaku usaha Sampang yang memenuhi persyaratan dapat mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.


Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Iyan

Editor: Han