Kondisi Fisik Pekerjaan Masih Memerlukan Pemeriksaan Teknis

Kondisi visual tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan, jenis material yang digunakan, serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Namun, kondisi yang terlihat melalui dokumentasi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran maupun penyimpangan.

Untuk memastikan kualitas pekerjaan, diperlukan pemeriksaan teknis secara langsung di lapangan. Pemeriksaan dapat mencakup pengukuran volume, pengecekan material, serta pencocokan pekerjaan dengan gambar teknis dan dokumen proyek.

Dengan demikian, penilaian terhadap sesuai atau tidaknya pekerjaan harus didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis dan dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan.

Nama Lukman Disebut dalam Keterangan di Lapangan

Saat awak media melakukan penelusuran di lokasi pada Selasa (18/8/2026), seorang ketua kelompok memberikan keterangan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sebagai ketua kelompok.

“Saya hanya ketua kelompok saja Pak, untuk proyek ini milik Mas Lukman,” ujarnya.

Keterangan tersebut kemudian menjadi dasar awak media untuk mencoba meminta klarifikasi kepada Lukman mengenai pelaksanaan proyek dan sejumlah pertanyaan yang muncul dari kondisi pekerjaan di lapangan.

Upaya konfirmasi dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini disusun, panggilan telepon maupun pesan yang dikirimkan belum mendapat tanggapan dari Lukman.

Klarifikasi dan Hak Jawab Tetap Terbuka

Belum adanya tanggapan dari Lukman tidak dapat dimaknai sebagai bukti adanya kesalahan atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

Namun, klarifikasi dari pihak yang disebut dalam keterangan lapangan tetap penting untuk memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat, terlebih kegiatan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN.

Pihak pelaksana maupun pihak lain yang berkaitan dengan kegiatan tersebut memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan mengenai status, pelaksanaan, material, volume pekerjaan, serta kesesuaian kegiatan dengan dokumen perencanaan.

Pengawasan BBWS Brantas Dinilai Penting

Selain aspek kualitas fisik, dokumentasi yang diterima juga memperlihatkan sejumlah pekerja yang diduga belum menggunakan perlengkapan keselamatan kerja secara memadai.

Karena itu, pengawasan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dinilai penting untuk memastikan pekerjaan memenuhi standar teknis dan ketentuan keselamatan kerja.

Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan volume pekerjaan yang terpasang sesuai dengan volume yang tercantum dalam RAB serta pekerjaan dilaksanakan berdasarkan gambar teknis dan spesifikasi yang ditetapkan.

Dengan nilai kegiatan mencapai Rp195 juta, pemeriksaan lapangan secara menyeluruh dapat membantu menjawab pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

Hasil Pemeriksaan Menjadi Penentu

Apabila pemeriksaan teknis menyatakan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi, RAB, gambar teknis, volume, serta ketentuan lainnya, hasil tersebut dapat menjadi penjelasan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.

Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak yang bertanggung jawab dapat diminta melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, diperlukan penilaian berdasarkan data dan pemeriksaan teknis, bukan semata-mata berdasarkan tampilan visual pekerjaan.

Transparansi Proyek Menjadi Perhatian Masyarakat

Sorotan terhadap proyek P3-TGAI di Desa Ko’olan pada dasarnya bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan bagian dari perhatian terhadap penggunaan anggaran negara dan kualitas pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat.

Masyarakat berharap proyek tersebut benar-benar menghasilkan jaringan irigasi yang berkualitas, sesuai perencanaan, serta mampu memberikan manfaat bagi para penerima manfaat.

Hingga pemeriksaan teknis dilakukan, seluruh dugaan terkait kualitas pekerjaan, penggunaan material, volume maupun aspek pelaksanaan lainnya masih memerlukan pembuktian.

Inti Fakta Nusantara membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Lukman, P3A Ko’olan Berjaya, BBWS Brantas maupun pihak terkait lainnya apabila terdapat informasi dalam pemberitaan ini yang perlu diluruskan atau ditambahkan.


Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Redaksi IFN

Editor: Han