Bappelitbangda Kabupaten Sampang memaparkan capaian indikator pembangunan daerah tahun 2025, termasuk pertumbuhan ekonomi yang mencapai 3,45 persen.
Sampang, Jawa Timur, Inti Fakta Nusantara — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025. Salah satu indikator yang menonjol adalah pertumbuhan ekonomi yang mencapai 3,45 persen atau melampaui target RPJMD sebesar 2,56 persen.
Capaian tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi Kabupaten Sampang dalam lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Bupati H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati H. Akhmad Mahfudz.
• Tujuh Tahun Mengabdi, Sekdakab Sampang Tinggalkan Dua Warisan Strategis
• Pengamat Nilai Bupati dan Wakil Bupati Sampang Tepat Memilih Sekda
Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target RPJMD
Ketua Media Center Sampang (MCS), Fathor Rahman, menilai keberhasilan pencapaian target RPJMD tidak terlepas dari peran Bappelitbangda Kabupaten Sampang sebagai motor penggerak dalam menyusun, mengoordinasikan, serta mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sampang melalui Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi (Rendalev) Pembangunan Daerah, Reza Bayu Julianto, Senin (27/7/2026).

Reza menjelaskan sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 66,72 menjadi 67,23 atau mendekati target RPJMD sebesar 67,35.
Usia Harapan Hidup (UHH) juga meningkat dari 73,66 tahun menjadi 73,89 tahun seiring meningkatnya kualitas layanan kesehatan, termasuk pelayanan di RSUD dr. Mohammad Zyn.
Pada sektor ekonomi, pertumbuhan meningkat signifikan dari 1,71 persen pada 2024 menjadi 3,45 persen pada 2025. Angka tersebut melampaui target RPJMD sebesar 2,56 persen sekaligus menjadi capaian tertinggi selama lima tahun terakhir.
• Sebulan Pimpin RSUD dr. Mohammad Zyn, Andy Andrian Hasan Hadirkan Layanan HCU Jantung
• Cabdin Pendidikan Sampang Perkuat Profesionalisme Guru di 173 Sekolah
Kemiskinan Menurun, Pendidikan Masih Jadi Tantangan
Selain pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan di Kabupaten Sampang juga mengalami penurunan dari 20,83 persen atau sekitar 214.320 jiwa menjadi 20,61 persen atau sekitar 213.980 jiwa. Capaian tersebut dinilai telah memenuhi target RPJMD Tahun 2025.
Pengeluaran per kapita masyarakat juga meningkat dari Rp9.782.000 menjadi Rp10.030.000, yang menunjukkan adanya peningkatan daya beli masyarakat.
Meski demikian, Reza mengakui sektor pendidikan masih menjadi tantangan. Kenaikan Indeks Pendidikan masih relatif kecil karena rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih didominasi lulusan sekolah dasar serta masih banyak warga lanjut usia yang belum memiliki ijazah formal.
“Meskipun masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen dan Jawa Timur sebesar 5,22 persen, capaian 3,45 persen ini merupakan performa terbaik Kabupaten Sampang selama lima tahun terakhir,” ujar Reza.
Ia menambahkan, Pemkab Sampang menargetkan penurunan angka kemiskinan yang lebih agresif pada 2026 hingga mencapai 19,86 persen melalui sinergi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Iyan
Editor: Han
