LSM Jejak Jatim menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bank UMKM Jawa Timur dan mendesak reformasi manajemen serta pencopotan Komisaris Independen.
Surabaya, Inti Fakta Nusantara — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jejak Jatim di depan kantor Bank UMKM Jawa Timur, Kamis (18/6/2026), berakhir tanpa kesepakatan atau deadlock. Massa aksi yang dipimpin Abd. Aziz, S.H., menyampaikan sejumlah tuntutan terkait transparansi dan tata kelola di lingkungan Bank UMKM Jatim.
Dalam aksinya, Jejak Jatim mendesak Gubernur Jawa Timur selaku pemegang saham pengendali untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap manajemen Bank UMKM Jawa Timur. Salah satu tuntutan utama yang disampaikan adalah pencopotan Dr. Kartika Hidayati dari jabatan Komisaris Independen Bank UMKM Jatim.
Selain itu, massa aksi juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri dan mendalami dugaan keterkaitan sejumlah pihak dalam perkara pembangunan Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan yang saat ini telah menjadi perhatian publik.
AMI Soroti Dugaan Penyunatan Dana Reses DPRD Surabaya |
AMI Ancam Kepung DPRD Surabaya Terkait Dugaan Dana Reses
Jejak Jatim Soroti Transparansi dan Akuntabilitas
Dalam orasinya, Abd. Aziz menegaskan bahwa pihaknya meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus korupsi pembangunan Gedung Pemkab Lamongan.
“Kami meminta KPK tidak berhenti pada empat tersangka saja. Kami mendesak agar seluruh pihak yang diduga mengetahui, terlibat, atau menikmati hasil dari praktik korupsi tersebut turut diperiksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Aziz.
Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip penting yang harus dijunjung oleh setiap pejabat publik maupun pengurus lembaga yang mengelola kepentingan masyarakat.
Jejak Jatim menilai bahwa keterbukaan informasi kepada publik menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga maupun institusi yang bersangkutan.
AMI Desak Akuntabilitas dan Etika Pejabat Publik |
PMII Surabaya Soroti Kepentingan Publik dan Transparansi
Audiensi Berlangsung Singkat dan Berakhir Buntu
Kekecewaan massa semakin memuncak saat sesi audiensi berlangsung. Menurut Jejak Jatim, pihak Bank UMKM Jawa Timur hanya menghadirkan perwakilan Humas tanpa menghadirkan pihak yang dianggap memiliki kewenangan mengambil keputusan maupun memberikan penjelasan langsung atas tuntutan yang disampaikan.
Dalam audiensi tersebut, Riyan selaku perwakilan Humas Bank UMKM Jatim menyampaikan bahwa seluruh aspirasi dan tuntutan dari Jejak Jatim akan diteruskan kepada pimpinan untuk menjadi bahan pertimbangan dan tindak lanjut.
Namun jawaban tersebut dinilai tidak menjawab substansi tuntutan yang disampaikan massa aksi.
“Kalau hanya dijawab akan disampaikan kepada pimpinan tanpa ada kepastian tindak lanjut, maka audiensi ini tidak menghasilkan apa-apa. Kami datang untuk mendapatkan penjelasan yang lebih konkret,” ujar Abd. Aziz.
Delegasi Jejak Jatim kemudian memilih meninggalkan ruang audiensi dan menyatakan bahwa pertemuan tersebut berakhir tanpa titik temu.
Gelombang Aksi Massa di Berbagai Daerah Soroti Kebijakan Publik |
Pentingnya Stabilitas dan Kepercayaan Publik dalam Pembangunan
Sebelum membubarkan diri, Jejak Jatim menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tidak terdapat perkembangan yang dianggap signifikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Dr. Kartika Hidayati terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Suroyo
Editor: Han
