Petugas Polres Sampang melakukan penanganan kasus bentrokan berdarah yang melibatkan tiga pria di Dusun Jablung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates.
Sampang, Jawa Timur, Inti Fakta Nusantara — Bentrokan berdarah terjadi di depan sebuah bengkel motor di Dusun Jablung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jumat (24/7/2026) malam. Tiga pria paruh baya terlibat aksi saling serang menggunakan senjata tajam jenis celurit dan parang hingga seluruhnya mengalami luka serius.
Ketiga pria yang terlibat masing-masing berinisial S (60), H (44), dan HR (51). Saat ini, mereka telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Satreskrim Polres Sampang.
• Polres Sampang Limpahkan Kasus Kekerasan Seksual Berantai, 27 Tersangka P21
• Iptu Nur Fajri Alim Terima Penghargaan Kapolres Sampang Usai Ungkap 27 Kasus Pencabulan dan Sindikat Curanmor
Perselisihan di Jalan Berujung Aksi Saling Bacok
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bentrokan diduga dipicu perselisihan antara S dan HR saat keduanya berpapasan di jalan desa.
Perselisihan itu diduga berlanjut karena dipicu emosi dan rasa sakit hati. HR kemudian diduga mengajak sepupunya, H, untuk mendatangi S dengan membawa senjata tajam dari rumah.
“Pelaku H dan HR yang tersulut emosi langsung mengambil celurit dari rumahnya lalu membuntut dan mendatangi keberadaan Sdr. S yang saat itu berada seorang diri di depan bengkel motor,” ungkap AKP Eko Puji Waluyo.
Sesampainya di lokasi, ketegangan berubah menjadi aksi saling serang menggunakan celurit dan parang. Perkelahian tersebut menyebabkan ketiga pria mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
S mengalami luka bacok pada bagian belakang kepala dan tangan. Sementara H dan HR mengalami luka sayatan pada bagian paha serta lengan sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
• Polres Sampang Ungkap Dugaan Pencurian Uang Rp4 Juta, Perempuan Asal Pamekasan Jadi Tersangka
• Polres Sampang Gelar Upacara Hari Bhayangkara Ke-80
Polisi Dalami Motif dan Peran Masing-masing
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga terdapat persoalan pribadi yang melatarbelakangi bentrokan tersebut. Diduga, HR tidak merestui hubungan asmara antara S dengan ibu kandungnya sehingga memicu dendam yang kemudian memanas setelah terjadi perselisihan di jalan.
“Peristiwa ini melibatkan tiga orang warga, yaitu S (60), H (44), dan HR (51), di mana aksi perkelahian ini dipicu oleh kecelakaan kecil di jalan yang kemudian menyulut dendam lama di antara mereka,” kata AKP Eko.
Petugas mengamankan ketiga pria tersebut beserta sejumlah barang bukti berupa pakaian yang terdapat bercak darah dan diduga berkaitan dengan peristiwa bentrokan.
Saat ini kasus tersebut telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Sampang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, termasuk mendalami kronologi secara utuh serta peran masing-masing pihak dalam bentrokan tersebut.
“Saat ini ketiga pelaku beserta barang bukti pakaian berdarah telah kami amankan, dan kasusnya diserahkan ke Satreskrim Polres Sampang guna proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas AKP Eko Puji Waluyo.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Syaiful Amin
Editor: Han
