TB A Basuni Kembali Menjadi Sorotan

Salah satu nama yang disoroti Prof Sutan Nasomal adalah Kapten Infanteri (Purn) Tubagus Ahmad Basuni atau TB A Basuni, tokoh perjuangan asal Bogor yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, nama TB A Basuni layak mendapat perhatian lebih luas karena kiprahnya dalam perjuangan kemerdekaan memiliki nilai historis yang penting bagi bangsa Indonesia.

“Masih banyak pejuang tanah air yang belum mendapatkan penghormatan sebagaimana mestinya. Negara perlu kembali mendata dan memastikan jasa mereka tidak hilang dari sejarah bangsa,” ujar Prof Sutan Nasomal.

Ia berharap pemerintah pusat dapat melakukan kajian menyeluruh terhadap tokoh-tokoh perjuangan daerah yang selama ini belum mendapatkan pengakuan nasional yang sepadan dengan jasa-jasa mereka.

Pendiri BKR Bogor dan Pejuang Kemerdekaan

Berdasarkan keterangan ahli waris, Tubagus Hendra Bayu Rota, TB A Basuni merupakan salah satu pendiri Badan Keamanan Rakyat (BKR) Bogor pada tahun 1945 yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

TB A Basuni juga tercatat pernah bergabung dalam Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) di bawah kepemimpinan KH Syam’un sebelum melanjutkan perjuangan di wilayah Bogor.

Selain itu, ia turut terlibat dalam peristiwa Bojong Kokosan yang menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Atas pengabdiannya kepada negara, TB A Basuni diketahui menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Bintang Gerilya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Sewindu, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II, serta Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) I dan V.

Meski demikian, Prof Sutan Nasomal menilai jasa dan kontribusi tokoh-tokoh seperti TB A Basuni perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang dari ingatan sejarah bangsa.

Momentum Menjelang HUT RI Ke-81

Menurut Prof Sutan Nasomal, momentum menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Agustus 2026 dan HUT TNI ke-81 pada September 2026 menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengangkat jasa para pejuang bangsa yang belum banyak dikenal masyarakat luas.

Ia mengingatkan pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, yang menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” kutip Prof Sutan Nasomal mengingatkan pesan kebangsaan tersebut.

Bagi Inti Fakta Nusantara, pengakuan terhadap tokoh-tokoh perjuangan daerah merupakan bagian penting dari upaya menjaga memori kolektif bangsa. Pendataan dan penghargaan terhadap para pejuang kemerdekaan bukan hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga sarana pendidikan kebangsaan bagi generasi penerus Indonesia.


Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Redaksi IFN

Editor: Han