Ketahanan Pangan Disebut Kunci Kedaulatan

Presiden Prabowo menjelaskan penguatan ketahanan pangan dilakukan melalui berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga pengembangan desa nelayan yang ditopang sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Dengan Koperasi Merah Putih, MBG, Desa Nelayan ditopang oleh kemampuan pertanian kita, ditopang oleh perikanan kita, produksi pangan kita aman. Aman karbohidrat, aman protein, aman ternak. Jagung strategis untuk pakan ternak. Jadi kedaulatan kita terjaga dan diamankan,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Kepala Negara, jagung memiliki peran strategis dalam mendukung sektor peternakan nasional sehingga stabilitas produksi pangan harus terus dijaga.

Program MBG Diminta Bebas Penyelewengan

Presiden Prabowo menegaskan program Makan Bergizi Gratis akan terus dilanjutkan karena memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.

Namun demikian, Presiden mengingatkan seluruh pihak agar pelaksanaan program dilakukan secara tertib dan bebas dari praktik penyelewengan.

“MBG akan kita teruskan, tapi kita harus tertibkan ke dalam. Tidak boleh ada penyelewengan karena MBG begitu penting, begitu strategis untuk rakyat,” tegas Presiden.

Apresiasi Peran Polri dan Pendidikan Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut mengapresiasi langkah Polri yang membangun gudang ketahanan pangan serta mengoperasikan 166 SPPG di berbagai daerah.

Menurut Presiden, keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat stabilitas pasokan pangan nasional sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Selain sektor pangan, pemerintah juga menegaskan komitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemerataan akses sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, dan penerapan teknologi pembelajaran digital di seluruh Indonesia.

“Kita bertekad untuk memperbaiki seluruh sekolah Indonesia untuk anak-anak rakyat kita. Kita bertekad semua anaknya orang yang paling lemah bisa sekolah dengan baik,” pungkas Presiden Prabowo.

Inti Fakta Nusantara akan terus memantau perkembangan program ketahanan pangan, pendidikan, dan pembangunan nasional secara faktual, berimbang, dan bertanggung jawab.


Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Suroyo

Editor: Han