Lampung, Inti Fakta Nusantara — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami erupsi.

Imbauan tersebut disampaikan setelah Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengikuti monitoring bersama Pangdam XXI Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kepolisian Daerah Lampung, BMKG, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pada Minggu (6/9/2026).

Tim BPBD Lampung memaparkan kondisi dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui pemantauan peta dan sistem informasi kebencanaan.

Gubernur Dengarkan Update Kondisi Terkini

Dalam monitoring tersebut, Gubernur Lampung menerima pembaruan kondisi terkini dari sejumlah instansi terkait, di antaranya Pusdalops BPBD, BMKG, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat.

“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi juga waspada. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan informasi yang diterima masyarakat adalah informasi yang akurat,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran terkait mengikuti rapat pemantauan dan koordinasi penanganan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Imbauan Menghadapi Sebaran Abu Vulkanik

Sehubungan dengan erupsi dan kemungkinan sebaran abu vulkanik, masyarakat diimbau tidak panik dan memperhatikan langkah-langkah keselamatan yang telah disampaikan.

Masyarakat diminta menghindari keluar rumah apabila tidak mendesak guna mengurangi paparan abu. Warga juga diimbau menjauhi area dalam radius minimal 5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker atau kain basah. Jendela, pintu, dan ventilasi rumah juga perlu ditutup agar abu tidak masuk ke dalam ruangan.

Abu yang masuk ke lingkungan rumah dianjurkan dibersihkan menggunakan air dan tidak disapu dalam kondisi kering. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dan segera menuju fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau iritasi.

Warga Diminta Pantau Informasi Resmi

Selain itu, masyarakat diminta menjauhi daerah pantai dan pesisir serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi berkas, peralatan, dan obat-obatan penting.

Informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau juga perlu dipantau melalui sumber resmi, khususnya BMKG, PVMBG, dan BPBD Lampung.

Gubernur Minta Masyarakat Tidak Mudah Percaya Informasi Belum Terverifikasi

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

#Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan.


Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Redaksi IFN

Editor: Han