Gerakan 15 Menit Ngobrol Bersama Anak

Dalam sambutannya, Evi Slamet Junaidi menegaskan bahwa ibu merupakan madrasah pertama sekaligus guru pertama bagi anak. Karena itu, peran orang tua sangat menentukan pembentukan karakter, rasa aman, dan kesehatan mental anak sejak usia dini.

Pemerintah Kabupaten Sampang juga mendeklarasikan Gerakan 15 Menit Ngobrol Bersama Anak sebagai komitmen bersama mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Empat komitmen yang dideklarasikan meliputi:

  • Membiasakan komunikasi berkualitas dalam keluarga melalui Gerakan 15 Menit Ngobrol Bersama Anak.
  • Menjadikan keluarga sebagai tempat utama perlindungan dan pembentukan karakter anak.
  • Menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak, baik fisik, psikis, seksual, penelantaran, perundungan, eksploitasi maupun kekerasan digital.
  • Memperkuat sinergi keluarga, pemerintah, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, serta ramah anak.

Bunda PAUD Kabupaten Sampang Evi Slamet Junaidi saat mengajak orang tua membiasakan Gerakan 15 Menit Ngobrol Bersama Anak pada Hari Anak Nasional 2026.

Bunda PAUD Kabupaten Sampang, Evi Slamet Junaidi, mengajak para orang tua membiasakan Gerakan 15 Menit Ngobrol Bersama Anak sekaligus meluncurkan sembilan PAUD Pembina pada peringatan Hari Anak Nasional 2026.

Menurut Evi, masih banyak anak menghadapi berbagai persoalan, mulai dari tekanan di sekolah, menjadi korban perundungan, hingga mengalami gangguan kesehatan mental akibat kurangnya perhatian dari lingkungan sekitar.

“Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama agar bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak mengabaikan cerita anak dan membiasakan mendengarkan setiap keluh kesah mereka dengan penuh perhatian.

“Anak-anak kita membutuhkan kehadiran, perhatian, dan waktu dari orang tuanya. Karena itu, mari biasakan mengobrol bersama anak setiap hari,” pesannya.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Roro Dewi Trisna, mengatakan peluncuran sembilan TK Negeri Pembina merupakan upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sampang.

“Kami berharap TK Negeri Pembina dapat menjadi pusat pengembangan layanan PAUD sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, serta berdaya saing,” ujarnya.

Luncurkan Sembilan PAUD Pembina

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sampang juga meluncurkan sembilan PAUD Pembina sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di berbagai kecamatan.

Sembilan PAUD Pembina yang diluncurkan meliputi:

  • UPTD TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Sampang
  • UPTD TK Negeri Pembina 3 Kecamatan Sampang
  • UPTD TK Negeri Pembina 1 Kecamatan Pangarengan
  • UPTD TK Negeri Pembina 1 Kecamatan Torjun
  • UPTD TK Negeri Pembina 1 Kecamatan Kedungdung
  • UPTD TK Negeri Pembina 1 Kecamatan Sreseh
  • UPTD TK Negeri Pembina 1 Kecamatan Sokobanah
  • UPTD TK Negeri Pembina 1 Kecamatan Tambelangan
  • UPTD TK Negeri Pembina 1 Kecamatan Ketapang.

Peluncuran tersebut diharapkan mampu memperkuat pemerataan layanan pendidikan anak usia dini sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran bagi anak-anak di Kabupaten Sampang.

Di akhir sambutannya, Evi berharap Gerakan 15 Menit Ngobrol Bersama Anak dapat menjadi budaya di setiap keluarga sehingga Kabupaten Sampang semakin berkembang sebagai kabupaten yang ramah anak dengan dukungan layanan pendidikan yang berkualitas.

Bunda PAUD Kabupaten Sampang, Evi Slamet Junaidi, berfoto bersama peserta Lomba Fashion Show Anak dari Barang Bekas pada Gebyar PAUD dan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Sampang, Jumat (31/7/2026).

Hari Anak Nasional Dimeriahkan Berbagai Lomba Edukatif

Selain deklarasi Gerakan 15 Menit Ngobrol Bersama Anak, peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Sampang Tahun 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan anak, orang tua, serta tenaga pendidik PAUD sebagai upaya menumbuhkan kreativitas, kebersamaan, dan pola pengasuhan yang positif.

Enam perlombaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut meliputi:

  • Lomba Menata Bekal Sehat bagi Guru PAUD Non Formal, sebagai edukasi penyediaan makanan bergizi bagi anak usia dini.
  • Lomba Bermain Bebas Bersama Ayah, yang bertujuan mempererat ikatan emosional antara ayah dan anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan.
  • Lomba Bermain Sambil Bernyanyi bagi Guru Taman Kanak-Kanak, untuk meningkatkan kreativitas pendidik dalam menciptakan metode pembelajaran yang aktif, edukatif, dan menyenangkan.
  • Lomba Fashion Show Anak dari Barang Bekas, sebagai sarana menanamkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemanfaatan kembali barang-barang yang masih memiliki nilai guna.
  • Apresiasi karya & baca puisi khusus pendidik, yaitu Ruang unjuk gigi dan kreativitas bagi para pengajar PAUD.
  • senam anak Indonesia hebat, yaitu Lomba seru yang sukses memancing tawa sekaligus melatih keberanian dan kepercayaan diri si kecil di depan umum.

Rangkaian perlombaan tersebut berlangsung meriah dengan partisipasi peserta dari berbagai lembaga PAUD di Kabupaten Sampang. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Iyan

Editor: Han