Polda Jatim memamerkan barang bukti hasil pengungkapan 195 kasus tindak pidana 3C yang berhasil dibongkar selama bulan Juni 2026 di berbagai wilayah Jawa Timur.
Surabaya, Jawa Timur, Inti Fakta Nusantara — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur bersama seluruh Polres jajaran berhasil mengungkap 195 kasus tindak pidana 3C yang meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) selama periode Juni 2026. Dari hasil pengungkapan tersebut, sebanyak 222 tersangka berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti hasil kejahatan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan wujud komitmen Polda Jawa Timur bersama seluruh Polres jajaran dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan.
Polrestabes Surabaya Tetapkan 4 Tersangka Kericuhan Grahadi |
Polres Nganjuk Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Daerah
Ratusan Kasus Terungkap, Ratusan Juta Rupiah Disita
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim AKBP Umar menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto untuk memberantas tindak pidana jalanan secara konsisten.
“Selama Juni 2026 kami berhasil mengungkap 195 kasus dengan mengamankan 222 tersangka. Rinciannya terdiri atas 105 kasus curat, 25 kasus curas, dan 65 kasus curanmor,” kata AKBP Umar.
Dalam pengungkapan tersebut, Polisi turut menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp28,154 juta, delapan unit mobil, 86 unit sepeda motor, 64 telepon genggam, 15 barang elektronik, perhiasan emas seberat 108,91 gram, 22 kunci letter T, 15 senjata tajam, serta hewan ternak berupa seekor sapi dan seekor kambing.
Polres Bondowoso Tetapkan Oknum ASN Tersangka Pemukulan Perawat |
AMI Kecam Kerusuhan Depan Grahadi Surabaya
Modus Baru Curanmor: Angkut Motor Pakai Mobil Bak
Ia menambahkan, sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap berasal dari Polrestabes Surabaya, Polres Blitar Kota, dan Polres Nganjuk. Di Surabaya, Polisi mengungkap dugaan perampasan terhadap seorang ASN BPN oleh pasangan suami istri. Sementara Polres Blitar Kota membongkar pencurian di gerai minimarket, dan Polres Nganjuk mengungkap pencurian mesin diesel di sembilan lokasi.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengungkapkan adanya perubahan pola kejahatan curanmor. Pelaku kini tidak lagi semata-mata menggunakan kunci letter T, tetapi juga memanfaatkan mobil bak terbuka maupun minibus untuk mengangkut sepeda motor sasaran.
“Pelaku mengangkat sepeda motor yang terparkir ke dalam kendaraan yang telah disiapkan. Modus ini umumnya dilakukan secara berkelompok dengan melibatkan sekitar empat orang,” jelas AKBP Arbaridi Jumhur.
AMI Tolak Pemekaran Dapil Surabaya, Desak Fokus Masalah Rakyat |
Polres Blitar Kota Bongkar Komplotan Perampok Minimarket
Para tersangka dijerat dengan Pasal 476, 477, dan 479 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun. Polda Jawa Timur memastikan akan terus memperkuat upaya pemberantasan kejahatan jalanan melalui evaluasi rutin, peningkatan patroli, dan langkah-langkah preventif.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan, menggunakan pengaman tambahan, memilih lokasi parkir yang aman, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada kepolisian.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Suroyo
Editor: Han
