Rapat kerja IFN di Sampang membahas penguatan integritas media, kontrol sosial, dan pengawasan pembangunan daerah.
Sampang, Inti Fakta Nusantara — Kaperwil Inti Fakta Nusantara (IFN) Hairil Anwari bersama Ketua Tim Investigasi IFN Maskur dan jajaran tim menggelar rapat kerja di Kabupaten Sampang, Kamis (14/5/2026).
Rapat tersebut membahas penguatan komitmen IFN sebagai media yang mengusung tagline “Fakta Bicara, Publik Menilai” dengan tetap mengedepankan independensi, kontrol sosial, dan kepentingan masyarakat.
Kaperwil IFN Hairil Anwari menegaskan bahwa tagline tersebut bukan sekadar identitas media, melainkan prinsip dasar dalam menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab.
“Tagline ‘Fakta Bicara, Publik Menilai’ harus benar-benar menjadi pegangan seluruh tim IFN. Media harus hadir dengan fakta yang jelas, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas internal serta membangun sinergi positif dengan pemerintah dan berbagai lembaga tanpa meninggalkan independensi pers.
“Kita harus menjadi media yang mampu bersinergi dengan pemerintah dan lembaga, namun tetap menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat,” tegas Hairil.
Maskur Soroti Transparansi Pembangunan
Dalam rapat kerja tersebut, Ketua Tim Investigasi Nasional IFN Maskur turut memaparkan sejumlah temuan lapangan yang menjadi perhatian tim investigasi di Kabupaten Sampang.
Beberapa persoalan yang disoroti di antaranya terkait transparansi pembangunan yang bersumber dari APBN, APBD, maupun APBDes agar benar-benar berjalan akuntabel dan tepat sasaran.
Maskur juga menyoroti masih adanya fasilitas rumah sakit yang dinilai belum memadai, termasuk alat kesehatan yang perlu mendapat perhatian demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Selain sektor kesehatan, kondisi sejumlah sekolah juga menjadi perhatian serius, mulai dari lingkungan belajar yang kurang layak hingga sarana dan prasarana pendidikan yang dinilai belum sepenuhnya mendukung kenyamanan proses belajar mengajar.
Dalam pembahasan tersebut, Maskur turut menekankan pentingnya pengawasan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar benar-benar digunakan sesuai kebutuhan operasional pendidikan dan peningkatan kualitas belajar siswa.
Ia juga menyoroti perlunya perhatian terhadap program Revitalisasi pembangunan sekolah, terutama pada bangunan dan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan maupun membutuhkan pembaruan sarana pendukung belajar.
“Dana BOS maupun program revitalisasi sekolah harus benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh siswa maupun tenaga pendidik,” kata Maskur.
Tak hanya itu, kondisi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sampang yang memerlukan perhatian juga menjadi bagian dari pembahasan dalam rapat kerja tersebut.
Menurut Maskur, media memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal transparansi pembangunan dan menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada masyarakat maupun pemangku kebijakan.
“Kontrol sosial harus terus berjalan agar pembangunan lebih transparan, akuntabel, dan terarah demi kepentingan masyarakat luas,” ungkapnya.
Hairil Anwari berharap rapat kerja tersebut dapat menjadi tolak ukur bagi seluruh jajaran IFN untuk terus meningkatkan kualitas kerja jurnalistik dan memperkuat peran media sebagai penyambung aspirasi publik.
“Rapat ini diharapkan menjadi langkah evaluasi dan penguatan agar IFN semakin baik ke depannya dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Iyan
Editor: Han
