Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mendorong pemerintah pusat dan daerah mempercepat penataan kawasan pantai di Indonesia sebagai destinasi wisata yang nyaman, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jakarta, Daerah Khusus Jakarta, Inti Fakta Nusantara — Pakar Hukum Internasional sekaligus ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mendorong Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penataan kawasan pantai di berbagai daerah sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sektor pariwisata nasional.
Menurut Prof. Sutan Nasomal, Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar karena didukung garis pantai yang termasuk terpanjang di dunia. Potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara optimal melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas publik yang memadai, serta pelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan.
Lampung Perkuat Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional |
Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa
Penataan Pantai Dinilai Mampu Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Dalam keterangannya kepada sejumlah pimpinan redaksi media melalui sambungan telepon dari Jakarta pada 9 Juli 2026, Prof. Sutan Nasomal menilai kawasan pesisir di Indonesia memiliki nilai strategis yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, pembangunan kawasan pantai tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
“Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang. Potensi ini harus dikelola dengan baik agar menjadi kawasan wisata yang nyaman, aman, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Prof. Sutan Nasomal.
Ia mengusulkan agar pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota melakukan penataan kawasan pantai secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan kewenangan masing-masing. Langkah tersebut dinilai dapat menciptakan destinasi wisata yang lebih tertata sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.
Selain mempercantik kawasan pesisir, Prof. Sutan juga menilai pembangunan fasilitas umum seperti taman bermain anak, ruang terbuka hijau, ornamen seni, lampu penerangan, tempat duduk, area edukasi, hingga toilet umum yang bersih menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Presiden Prabowo Panen Raya Jagung Dukung Ketahanan Pangan Nasional |
Presiden Prabowo Resmikan KDKMP di Kabupaten Sampang
Pelabuhan Ratu Sukabumi Dinilai Layak Menjadi Percontohan
Secara khusus, Prof. Sutan Nasomal menyoroti potensi kawasan Pantai Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki daya tarik wisata alam yang besar dan layak dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata bahari unggulan Indonesia.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama pemerintah pusat dapat terus melakukan penataan kawasan wisata Pantai Pelabuhan Ratu sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Dinilai Menjadi Kunci Keberhasilan
Prof. Sutan Nasomal berpandangan bahwa keberhasilan pembangunan kawasan wisata pantai tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, serta masyarakat setempat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan mempercepat proses penataan kawasan pesisir sekaligus memastikan setiap pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan, budaya lokal, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
“Saya berharap Presiden dapat mendorong seluruh kementerian, gubernur, bupati, dan wali kota untuk bersama-sama membangun serta merawat kawasan pantai agar menjadi destinasi wisata yang membanggakan,” kata Prof. Sutan Nasomal.
Ia menilai setiap daerah pesisir memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga konsep pengembangannya perlu disesuaikan dengan kondisi lokal tanpa menghilangkan identitas budaya maupun kelestarian lingkungan.
Selain meningkatkan daya tarik wisata, pembangunan kawasan pantai juga diyakini mampu membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat pelaku UMKM, serta meningkatkan pendapatan asli daerah melalui sektor pariwisata yang dikelola secara profesional.
Presiden Prabowo Groundbreaking Gudang Pangan Polri dan SPPG |
Hilirisasi Dinilai Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
Pantai Dapat Menjadi Pusat Wisata, Budaya, dan Edukasi
Prof. Sutan Nasomal juga mengusulkan agar kawasan pantai tidak hanya dimanfaatkan sebagai lokasi rekreasi, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya, festival daerah, perlombaan olahraga, pertunjukan seni, hingga peringatan hari-hari besar nasional yang melibatkan masyarakat.
Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan menjaga kekayaan alam Indonesia.
Ia menambahkan bahwa pembangunan destinasi wisata yang baik harus diikuti dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir, mengurangi pencemaran lingkungan, serta melestarikan ekosistem pantai agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Di akhir keterangannya, Prof. Sutan Nasomal berharap pembangunan dan pelestarian kawasan pantai dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional maupun daerah sehingga Indonesia semakin dikenal sebagai negara maritim dengan destinasi wisata bahari yang berkualitas, aman, nyaman, dan berdaya saing di tingkat internasional.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Redaksi IFN
Editor: Han
