Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Mas'udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter pelajar di Kabupaten Sampang, Selasa (14/07/2026).
Sampang, Jawa Timur, Inti Fakta Nusantara — Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Kabupaten Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Hal tersebut disampaikan saat ditemui di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Selasa (14/07/2026).
Menurut Mas’udi, peran orang tua, lingkungan masyarakat, serta satuan pendidikan harus berjalan beriringan dalam mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja, mulai dari kebiasaan merokok, penggunaan rokok elektronik (vape), hingga penyalahgunaan narkoba.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi bersama awak media saat membahas tantangan dunia pendidikan di Kabupaten Sampang. Menurutnya, pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.
• Media Center Sampang dan Dinkes KB Jalin Kemitraan Kritis
• MCS Desak Evaluasi Total Satgas MBG Sampang, APH hingga Dinkes-DLH Disorot Tak Hadir
Peran Orang Tua Menjadi Fondasi Pendidikan Karakter
Mas’udi menilai keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak. Oleh sebab itu, pengawasan orang tua memiliki peran yang sangat besar dibandingkan waktu yang dihabiskan peserta didik di sekolah.
“Pengawasan orang tua pertama,” ujar Mas’udi saat menjelaskan faktor utama yang memengaruhi perilaku remaja.
Menurutnya, peserta didik hanya berada di sekolah sekitar delapan jam dalam sehari, sedangkan sebagian besar waktunya dihabiskan bersama keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, pembentukan karakter tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada guru maupun sekolah.
Ia menambahkan, berbagai persoalan seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan kompleks yang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi keluarga, lingkungan sosial, hingga pola pengasuhan.

• Pemkab Sampang dan Kejari Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
• Presiden Prabowo Pilih Sampang sebagai Pusat Peluncuran Inpres Jalan Daerah
Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Positif
Cabang Dinas Pendidikan menjelaskan setiap sekolah telah menjalankan pendidikan karakter melalui berbagai pembiasaan positif, seperti menanamkan kedisiplinan, kejujuran, sopan santun, tanggung jawab, serta budaya belajar yang baik.
Selain kegiatan pembelajaran, guru Bimbingan dan Konseling (BK) juga terus melakukan pendampingan terhadap peserta didik yang memerlukan perhatian khusus agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang.
Mas’udi menegaskan apabila ditemukan siswa yang mengalami persoalan perilaku, sekolah akan mengedepankan pendekatan pembinaan dengan melibatkan orang tua sehingga solusi yang diberikan menjadi lebih efektif.
Cabdin Dorong Budaya Bebas Rokok, Vape dan Narkoba
Selain kenakalan remaja, Cabdin Pendidikan juga menyoroti meningkatnya tantangan akibat kebiasaan merokok dan penggunaan rokok elektronik (vape) di kalangan pelajar. Menurutnya, sekolah memiliki kewajiban melarang aktivitas tersebut selama berada di lingkungan pendidikan.
Namun demikian, keberhasilan upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan aturan sekolah. Edukasi harus dimulai dari keluarga agar terbentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
“Kita coba membalik budaya itu menjadi budaya tidak merokok, budaya tidak memakai vape, budaya tidak memakai narkoba,” ungkap Mas’udi.
Menurutnya, perubahan perilaku tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus melalui kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Polres Sampang Apel Ketahanan Pangan dan Salurkan Bantuan Pertanian 2026
• Bakesbangpol Sampang Dorong Pembinaan Ormas Berkelanjutan
Kolaborasi Semua Pihak Menjadi Kunci
Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam membangun karakter generasi muda. Orang tua diharapkan tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada sekolah, melainkan tetap melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak di luar jam belajar.
“Sinergi antara orang tua dan pihak sekolah adalah kunci utama keberhasilan membentuk karakter pelajar. Pengawasan terhadap perilaku pelajar merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Mas’udi Hadiwijaya.
Menurutnya, sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat serta mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Iyan
Editor: Han
