Dampak angin kencang di Kecamatan Camplong Sampang menyebabkan pohon tumbang, kerusakan rumah warga, dan satu korban jiwa.
SAMPANG, Inti Fakta Nusantara — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, sejak Kamis (05/03/2026) sore hingga Jumat (06/03/2026) dini hari.
Peristiwa alam tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah desa, puluhan pohon tumbang yang menutup akses jalan, hingga mengakibatkan satu warga meninggal dunia.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa dampak kerusakan tersebar di enam desa, yakni Desa Batu Karang, Dharma Camplong, Taddan, Rabesen, Tambaan, dan Desa Sejati.
Menurutnya, rangkaian kejadian bermula pada Kamis sore sekitar pukul 16.30 WIB ketika hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.
“Puluhan pohon tumbang, akibatnya akses jalan tertutup,” jelas Mohammad Hozin saat memberikan keterangan mengenai kondisi jalur transportasi yang sempat lumpuh.
Selain menghambat akses jalan, terjangan angin kencang juga merusak puluhan atap rumah warga dengan kategori rusak ringan hingga sedang. Bahkan satu unit musala dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat.
BPBD Sampang memperkirakan total kerugian material akibat bencana di enam desa tersebut mencapai sekitar Rp100 juta.
“Total kerugian dari enam desa dan satu mushalla mencapai seratus juta,” ungkap Hozin.
Beberapa jenis pohon yang dilaporkan tumbang di antaranya pohon mangga, trembesi, waru, kelapa, asam jawa, jati, hingga mahoni.
Menanggapi situasi tersebut, tim reaksi cepat BPBD Sampang langsung diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan pembersihan pohon tumbang serta membuka kembali akses jalan yang sempat tertutup.
“Saat ini kami sedang melakukan evakuasi,” ujarnya.
Namun, bencana tersebut juga menimbulkan duka bagi warga Dusun Rabasan Selatan, Desa Rabasan. Pada Jumat (06/03/2026) sekitar pukul 01.33 WIB, seorang warga bernama Musayyah (69) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan dapur rumahnya.
Diketahui saat kejadian korban sedang memasak di dapur rumah yang terbuat dari anyaman bambu. Ketika angin kencang menerjang, bangunan dapur tersebut roboh dan menimpa korban.
“Sehingga Musayyah (korban) meninggal dunia,” pungkas Hozin.
BPBD Sampang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras yang disertai angin kencang.
Warga juga diminta untuk mencari tempat yang lebih aman dan permanen guna menghindari risiko tertimpa bangunan atau pohon tumbang.
Penulis: Redaksi IFN
Editor: Han
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
