Lokasi pengeboran sumur di Dusun Karanganyar, Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, Bangkalan, yang memunculkan semburan air bercampur gas dan menjadi perhatian warga serta aparat.
Bangkalan, Jawa Timur, Inti Fakta Nusantara — Warga Dusun Karanganyar, Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, dikejutkan dengan munculnya semburan air bercampur gas dari lokasi pengeboran sumur sedalam sekitar 100 meter.
Fenomena yang terjadi pada Selasa (21/7/2026) itu sontak mengundang perhatian masyarakat karena disertai aroma menyengat menyerupai gas LPG.
Sumur tersebut dibor di atas lahan milik Lizawati sebagai bagian dari upaya mendukung program irigasi dan pompanisasi. Namun, proses pengeboran justru memunculkan fenomena yang tidak biasa.
• Forum Pemuda Bangkalan Laporkan Dugaan Pungli Dana BOS SDN Pesanggrahan 2
• Polres Bangkalan Bongkar 16 Kasus Pencurian, 20 Tersangka Diamankan
Bau Menyengat Muncul Saat Pemasangan Casing
Penanggung jawab pengeboran, Mansur, menjelaskan bahwa pengeboran awal dilakukan hingga kedalaman 80 meter, namun belum menemukan sumber air.
“Pengeboran dimulai pada 21 Juli 2026. Awalnya kami melakukan pengeboran hingga kedalaman 80 meter, tetapi belum menemukan sumber mata air,” ujar Mansur.
Pengeboran kemudian dilanjutkan hingga kedalaman sekitar 100 meter. Saat pekerja hendak memasang casing atau pipa pelapis sumur, mereka mencium bau menyengat yang diduga berasal dari kandungan gas.
Untuk memastikan dugaan tersebut, pekerja mencoba menyalakan api di sekitar lokasi dan api diketahui dapat menyala.
“Kami menduga kuat ada unsur kandungan gas. Baunya menyengat, menyerupai gas LPG yang bocor,” imbuh Mansur.
Tidak lama berselang, air dari dalam lubang pengeboran menyembur semakin deras disertai aroma yang sama. Menurut Mansur, semburan diperkirakan mencapai setinggi pohon bambu dan hingga saat itu masih terus berlangsung.
• Polres Bangkalan Bongkar Dugaan Arisan Bodong Rp6 Miliar
• Satreskrim Polres Bangkalan Tangkap Pelaku Curanmor Berbekal CCTV
Pemkab dan Polisi Lakukan Pemantauan
Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Apabila semburan air yang diduga mengandung gas masih terus berlangsung, pemerintah akan melakukan langkah penanganan secara lebih serius.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, semburan terjadi saat warga melakukan pengeboran untuk mencari sumber mata air.
“Peristiwa tersebut terjadi ketika warga melakukan pengeboran untuk mencari sumber mata air. Semburan air tersebut diperkirakan mencapai empat meter. Jika air yang keluar sudah mulai normal, maka pengerjaan akan dilanjutkan,” kata Ipda Agung.
Hingga kini, fenomena tersebut masih menjadi perhatian warga sekitar. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan tidak mendekati lokasi pengeboran sampai terdapat kepastian mengenai kandungan gas yang muncul bersamaan dengan semburan air dari dalam tanah.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Syaiful Amin
Editor: Han
