Aktivis lingkungan bersama tim kuasa hukum saat mengawal dan menyoroti isu tambang galian C yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat.
Dalam pengawalan kasus di Tulungagung, sejumlah pihak terlibat aktif, di antaranya aktivis lingkungan Iyan serta kuasa hukum dari KHYI, Helmi Rizal, SH, yang konsisten mengawal proses hukum dan pengumpulan data di lapangan.
Perhatian tersebut kini mulai mengarah ke Kabupaten Sampang, Madura, menyusul adanya laporan masyarakat terkait aktivitas tambang galian C di sejumlah titik yang dinilai masih berlangsung dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun infrastruktur.
Dalam sebuah perbincangan usai diskusi internal, sosok yang akrab disapa Cak Ger menyampaikan pandangannya terkait kondisi tersebut.
“Kalau melihat pola yang terjadi di Tulungagung, sebenarnya bukan tidak mungkin hal yang sama bisa dilakukan di Sampang. Tinggal bagaimana keseriusan semua pihak,” ujarnya.
Dorongan Pengawalan dan Pertanyaan Publik
Dalam diskusi yang sama, Cak Ger juga menyatakan kesiapan untuk turut mengawal isu tersebut apabila diperlukan, sekaligus menegaskan pentingnya langkah konkret dari berbagai pihak.
“Saya siap ikut mengawal. Tapi pertanyaannya sederhana, kapan Sampang ini mau dibersihkan? Kalau memang ada persoalan tambang yang berdampak ke masyarakat, ya harus ada langkah nyata,” tegasnya.
Sementara itu, dari sisi advokasi hukum, Helmi Rizal menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan di Tulungagung dapat menjadi referensi awal dalam menangani persoalan serupa di daerah lain.
“Prinsipnya, setiap persoalan yang memiliki indikasi pelanggaran dan berdampak pada lingkungan harus ditangani secara serius. Pengawalan dilakukan berdasarkan data dan proses hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Dampak Lingkungan Jadi Sorotan
Senada dengan itu, Iyan menegaskan bahwa isu tambang tidak dapat dilihat semata dari sisi ekonomi, melainkan juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat.
“Lingkungan itu menyangkut keberlanjutan hidup masyarakat. Kalau ada indikasi kerusakan, tentu harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Kondisi di Sampang sendiri saat ini dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Selain laporan masyarakat, dampak seperti kerusakan jalan dan perubahan bentang alam mulai menjadi sorotan publik.
Belajar dari Daerah Lain
Belajar dari penanganan di Tulungagung, keterlibatan berbagai elemen mulai dari masyarakat, aktivis, hingga aparat penegak hukum dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong penanganan yang lebih tegas dan terarah.
Publik kini menanti langkah konkret di Sampang, apakah akan mengikuti jejak daerah lain yang mulai bergerak dalam penegakan hukum atau persoalan ini akan terus berlarut tanpa kepastian.
Penutup
Isu tambang galian C di Sampang menjadi ujian bagi keseriusan semua pihak dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Hairil
Editor: Han
