Warga Sebut Jalan Hanya Di-Dozer Tanpa Pengerasan

Salah seorang warga Dusun Tanjung Aman, Rusmantok, mengatakan kondisi jalan tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, jalan memang sempat diratakan menggunakan alat berat, namun tidak dilanjutkan dengan pengerasan menggunakan batu maupun material pendukung lainnya.

“Iya, jalan ini memang baru selesai di-dozer. Tapi habis itu dibiarin, tidak dikerasin pakai batu. Jadi pas hujan langsung jadi bubur. Tiap hari ada saja mobil yang nyangkut,” ujar Rusmantok saat ditemui di lokasi.

Warga menyebut tanah merah yang gembur langsung berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan turun. Bekas lintasan kendaraan membentuk alur yang semakin dalam sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.

Akibat kondisi tersebut, aktivitas masyarakat terganggu, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga yang bergantung pada akses jalan tersebut.

Akses Vital Warga Terhambat Saat Musim Hujan

Jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Dusun Tanjung Aman dengan jalan kabupaten. Karena itu, kerusakan jalan dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.

Selain kendaraan pengangkut barang, jalur tersebut juga digunakan warga untuk bekerja, mengangkut hasil kebun, hingga mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui instansi terkait dapat segera melakukan pengerasan jalan agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu setiap kali hujan turun.

“Kalau cuma di-dozer, mubazir. Hujan sekali langsung becek lagi. Tolong dikerasin sekalian pak, kasian kami,” tambah Rusmantok.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana pengerasan maupun peningkatan kualitas jalan di Dusun Tanjung Aman tersebut.


Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Dewi Laila

Editor: Han