Personel Polres Pelabuhan Tanjungperak melakukan patroli dan sosialisasi antisipasi banjir rob di kawasan pesisir Surabaya.
Surabaya, Jawa Timur, Inti Fakta Nusantara — Menanggapi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Pelabuhan Tanjung Perak terkait potensi banjir rob, Polres Pelabuhan Tanjungperak bergerak cepat melakukan langkah mitigasi dengan menggelar patroli dialogis di kawasan pesisir Surabaya, Selasa (19/5/2026).
Melalui patroli tersebut, personel kepolisian memberikan imbauan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pasang air laut yang diprediksi terjadi selama enam hari, mulai 16 hingga 21 Mei 2026.
Polisi Turun Langsung ke Permukiman Warga
Berdasarkan data BMKG Maritim Tanjung Perak, fenomena banjir rob dipicu adanya fenomena new moon yang menyebabkan pasang maksimum air laut meningkat signifikan.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, menyampaikan bahwa personel telah diterjunkan langsung ke sejumlah kawasan pesisir, salah satunya di Kampung Pesisir Kejawan Lor, Kelurahan Bulak.
“Kami bergerak aktif memberikan sosialisasi dan edukasi, khususnya kepada para nelayan dan warga yang tinggal di tepian pantai,” ujar Iptu Suroto.
Menurutnya, langkah mitigasi tersebut penting agar masyarakat dapat melakukan persiapan dini guna meminimalisir dampak kerugian materiil maupun potensi korban akibat banjir rob.
Selain itu, personel tanggap bencana Polres Pelabuhan Tanjungperak bersama jajaran Polsek juga telah menyiapkan jalur evakuasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan lebih tinggi.
“Jalur evakuasi penyelamatan warga masyarakat sudah kita siapkan untuk antisipasi banjir rob,” tambahnya.
BMKG Prediksi Genangan Hingga 40 Sentimeter
BMKG memprakirakan pasang maksimum air laut dapat mencapai 120 hingga 160 sentimeter dari permukaan laut. Kondisi tersebut diperkirakan memicu genangan di sejumlah kawasan daratan dengan ketinggian sekitar 10 hingga 40 sentimeter.
Fenomena banjir rob diprediksi terjadi pada pagi hingga siang hari, khususnya pada rentang pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Adapun wilayah di Surabaya yang diprediksi terdampak meliputi kawasan Benowo, Pelabuhan Tanjungperak, Kecamatan Kenjeran, hingga wilayah pesisir timur Surabaya.
Selain Surabaya, BMKG juga merilis sejumlah daerah lain di Jawa Timur yang berpotensi terdampak banjir rob, di antaranya Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi.
Sementara untuk wilayah Pulau Madura, potensi banjir rob diprediksi terjadi di Bangkalan Selatan, Kwanyar, Sukolilo, Sampang, kawasan sepanjang Selat Madura, hingga wilayah Kreseh.
Polres Pelabuhan Tanjungperak mengimbau masyarakat agar tetap memantau informasi cuaca resmi dari BMKG maupun informasi dari petugas kepolisian setempat.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap memantau perkembangan cuaca resmi dari BMKG maupun maklumat dari petugas kepolisian setempat,” pungkas Iptu Suroto.
Hingga saat ini, patroli berkala terus dilakukan di titik-titik rawan genangan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama masa peringatan dini berlangsung.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Suroyo
Editor: Han
