Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur menjelaskan hasil penyelidikan kasus dugaan pembegalan tenaga kesehatan RSUD Waluyo Jati Kraksaan yang dipastikan merupakan rekayasa setelah pelapor mengakui membuat laporan palsu karena persoalan ekonomi keluarga.
Pengungkapan tersebut disampaikan setelah aparat kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta observasi lapangan guna memastikan kebenaran laporan yang sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Polres Bojonegoro Ungkap Kasus Curanmor dan Amankan Pelaku
Polda Jatim Bongkar Komplotan Curat Lintas Provinsi
Polisi Temukan Sejumlah Kejanggalan
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah kejanggalan yang tidak sesuai dengan kronologi dugaan pembegalan yang dilaporkan.
Menurutnya, luka yang dialami pelapor tidak sesuai dengan peristiwa yang diceritakan. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pelapor akhirnya mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut merupakan rekayasa yang dibuat sendiri.
“Yang bersangkutan mengakui secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun bahwa kejadian tersebut direkayasa karena adanya permasalahan ekonomi dalam keluarga,” ujar Kompol Masykur.
Dengan adanya pengakuan tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak pernah terjadi aksi pembegalan sebagaimana informasi yang sebelumnya beredar luas di masyarakat.
“Jadi peristiwa pembegalan itu tidak ada dan hanya rekayasa,” tegas Kompol Masykur.
Polisi Imbau Masyarakat Bijak Menyebarkan Informasi
Sebelumnya, kabar mengenai dugaan pembegalan terhadap tenaga kesehatan tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat terkait situasi keamanan di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Menanggapi hal itu, Polres Probolinggo mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan kejadian yang dapat menimbulkan keresahan publik.
Setiap informasi yang beredar, menurut pihak kepolisian, perlu diverifikasi terlebih dahulu sebelum disebarluaskan agar tidak memicu kesalahpahaman dan kepanikan di tengah masyarakat.
Polrestabes Surabaya Bongkar Jaringan Scamming Internasional
Polda Jatim Ungkap Penyalahgunaan Data Pribadi dan OTP Ilegal
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Informasi yang tidak benar dapat membuat masyarakat resah serta berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambah Kompol Masykur.
Polres Probolinggo Polda Jawa Timur juga mengajak masyarakat untuk selalu memberikan keterangan yang jujur kepada aparat penegak hukum dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta ketenangan masyarakat secara bersama-sama.
Pelapor Akui Gunakan Hasil Penjualan Motor untuk Kebutuhan Sehari-hari
Sementara itu, pelapor menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian maupun masyarakat Kabupaten Probolinggo atas informasi yang telah menimbulkan keresahan.
Ia mengakui bahwa kendaraan miliknya dijual dan hasil penjualan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat persoalan ekonomi yang dihadapi keluarganya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kejujuran dalam memberikan laporan kepada aparat penegak hukum guna menghindari kesalahpahaman serta pemborosan sumber daya dalam proses penyelidikan.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, akurasi informasi, keberimbangan pemberitaan, serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Suroyo
Editor: Han
