Sampang, Jawa Timur, Inti Fakta Nusantara — Peristiwa kecelakaan yang menyebabkan seorang remaja meninggal dunia di Kabupaten Sampang mulai menemukan titik terang setelah dilakukan penelusuran langsung oleh Inti Fakta Nusantara (IFN) di RSUD dr. Mohammad Zyn dan lokasi dugaan kecelakaan di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Sampang.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun melalui penelusuran lapangan IFN, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Jumat dini hari, 15 Mei 2026 sekitar pukul 02.15 WIB. Korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Mohammad Zyn dalam kondisi sudah meninggal dunia tanpa identitas yang diketahui secara pasti.

Karena identitas korban belum diketahui, korban kemudian disebut sebagai “Mr. X” dan langsung ditempatkan di ruang krematorium atau ruang jenazah rumah sakit sambil menunggu proses identifikasi.

Namun informasi terkait identitas korban saat itu masih simpang siur. Bahkan kabar yang menyebut korban warga Kedungdung belum dapat dipastikan karena sebelumnya informasi terkait korban juga telah disebarkan dan dikoordinasikan ke sejumlah pondok pesantren maupun lingkungan sekitar, namun belum ada pihak yang mengenali korban.

Karena itu, penelusuran langsung dilakukan ke rumah sakit guna memastikan apakah korban memang masih berada di ruang jenazah atau sudah ada pihak keluarga yang datang mengenali identitas korban.

Sekitar pukul 19.26 WIB, penelusuran dan dokumentasi dilakukan langsung di area ruang krematorium didampingi petugas rumah sakit dan petugas keamanan. Saat itu korban memang masih berada di ruang jenazah dan belum ada pihak keluarga yang datang.

Sekitar pukul 19.28 WIB, dilakukan evaluasi data sebelum penelusuran dilanjutkan ke lokasi dugaan kecelakaan di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Sampang.

Sesampainya di rumah sakit, diketahui pihak yang datang tersebut merupakan Carek Desa Tambaan, Moh. Holik, yang hadir sebagai perwakilan desa sekaligus pihak keluarga setelah memperoleh informasi dari media dan masyarakat.

Menurut keterangan petugas keamanan rumah sakit bernama Dika, kedatangan carek terjadi hanya berselang singkat setelah penelusuran menuju lokasi kejadian dilakukan.

“Selisih sekitar satu menit pihak carek datang untuk memastikan identitas korban,” ungkap Dika.

Moh. Holik mengaku awalnya datang untuk memastikan informasi yang beredar terkait korban tanpa identitas yang diduga merupakan warganya.

“Kami awalnya hanya memastikan apakah benar korban ini warga kami atau bukan,” ujar Moh. Holik.

Sekitar pukul 21.00 WIB, saat proses pemulangan jenazah berlangsung, pihak rumah sakit kembali membenarkan bahwa korban memang sudah meninggal dunia saat tiba di RSUD dr. Mohammad Zyn.

“Korban saat tiba memang sudah meninggal dunia dan langsung dibawa ke ruang jenazah,” ungkap Humas RSUD dr. Mohammad Zyn saat dikonfirmasi.

Meski demikian, langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kejadian tersebut mendapat apresiasi. Masyarakat berharap penanganan kasus ini terus dikawal agar seluruh kronologi peristiwa benar-benar terungkap dan tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.


Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Hairil
Editor: Iyan