Parade Daul Combo Sampang 2026 diikuti 32 grup dengan konsep tradisional sederhana yang menghidupkan kembali akar budaya lokal. (Foto: Istimewa)
Sebanyak 32 grup Daul Combo ambil bagian dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 18.30 WIB. Parade berlangsung meriah dengan iringan alat musik khas seperti kendang, jidor, dan perkusi tradisional yang menjadi identitas kuat kesenian ini.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada pelaksanaan kali ini panitia yang berasal dari unsur Karang Taruna sepakat mengembalikan konsep dekorasi ke gaya awal yang lebih sederhana tanpa penggunaan dekor sewaan yang berlebihan.
“Konsep tahun ini memang dikembalikan ke awal, lebih sederhana, tidak menggunakan dekor seperti sebelumnya,” ungkap Andias Yuliansyah Junaidi dari Karang Taruna selaku pihak penyelenggara.
Senada dengan itu, Moh. Nasir yang juga terlibat dalam kegiatan menyampaikan bahwa pendekatan tersebut bertujuan menjaga orisinalitas Daul Combo sebagai warisan budaya Sampang.
Rangkaian Kegiatan Combodug 2026
Parade ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan budaya Combodug 2026 yang digelar selama dua malam. Pada malam pertama difokuskan pada penampilan Daul Combo, sementara kategori lain dijadwalkan pada malam berikutnya.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Sepanjang jalur parade, warga memadati sisi jalan untuk menyaksikan penampilan tiap grup.
“Kami sangat senang, karena kegiatan ini ‘setaon sakale’an’, hanya satu tahun sekali. Jadi momen seperti ini memang ditunggu-tunggu masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Nilai Tradisi dan Harapan ke Depan
Secara historis, Daul Combo merupakan kesenian tradisional Sampang yang telah berkembang sejak puluhan tahun lalu. Awalnya digunakan sebagai media membangunkan sahur sebelum kemudian berkembang menjadi ajang parade dan lomba budaya.
Dengan kembalinya konsep sederhana yang menonjolkan nilai tradisi, penyelenggara dari Karang Taruna berharap Daul Combo tetap terjaga keasliannya dan terus diwariskan kepada generasi muda.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda budaya tahunan yang lebih tertata, aman, serta mampu menarik perhatian lebih luas tanpa meninggalkan jati diri khas Sampang.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Redaksi IFN
Editor: Han
