JAKARTA, Inti Fakta Nusantara — Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H., pakar Hukum Internasional, menyampaikan pandangannya terkait meningkatnya ketegangan geopolitik global yang melibatkan dua blok kekuatan dunia. Menurutnya, situasi tersebut berpotensi membawa dampak serius terhadap stabilitas keamanan internasional, termasuk bagi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H. saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Sabtu (18/1/2026). Ia menilai dinamika global saat ini menunjukkan eskalasi yang perlu dicermati secara serius oleh seluruh negara.
Menurut Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H., ketegangan antara Amerika Serikat beserta sekutunya dan Rusia bersama mitra strategisnya telah membelah dunia ke dalam dua blok besar. Kondisi tersebut, kata dia, memunculkan potensi konflik berskala luas yang dapat berkembang menjadi perang terbuka.
“Dunia saat ini berada dalam situasi yang tidak stabil. Persaingan kekuatan global semakin tajam, baik dalam aspek militer, ekonomi, maupun penguasaan teknologi strategis,” ujar Prof. Dr. Sutan Nasomal.
Ia menjelaskan bahwa pasca Perang Dunia Kedua, negara-negara besar terus berlomba mengembangkan teknologi persenjataan. Mulai dari sistem persenjataan jarak jauh, kapal tanpa awak, drone tempur, hingga kapal selam dengan kemampuan senjata nuklir.
Selain perlombaan teknologi militer, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H. menilai persaingan juga terjadi dalam penguasaan sumber daya alam, energi, jalur perdagangan, serta pengaruh geopolitik di berbagai kawasan strategis dunia.
Ia menyoroti kawasan Indo-Pasifik sebagai salah satu titik krusial dalam peta geopolitik global. Sejumlah negara besar menempatkan kekuatan militernya di kawasan tersebut, yang secara geografis berdekatan dengan wilayah Indonesia.
“Letak Indonesia yang strategis membuat negara ini tidak bisa mengabaikan dinamika global. Kesiapsiagaan nasional menjadi penting untuk memastikan stabilitas dan kedaulatan tetap terjaga,” jelas Prof. Dr. Sutan Nasomal.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H. menekankan pentingnya kepemimpinan nasional dalam merespons perkembangan global secara bijak, dengan mengedepankan keseimbangan antara diplomasi, pertahanan, dan kepentingan nasional.
Ia juga menilai peran organisasi internasional saat ini belum sepenuhnya efektif dalam meredam konflik bersenjata antarnegara, sehingga setiap negara dituntut memiliki kesiapan internal yang kuat.
Menutup keterangannya, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H. berharap Indonesia tetap konsisten menjaga kedaulatan, mengutamakan kepentingan nasional, serta berperan aktif dalam mendorong perdamaian dunia melalui jalur diplomasi.
Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H. — Pakar Hukum Internasional.
Penulis: Redaksi IFN
Editor: Han
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
